Langsung ke isi
Lembung Paseser Coastal and Marine Biodiversity Reserve
Foto udara kawasan: mangrove, boardwalk, dan laut di pantai utara Madura

Tentang

Pesisir yang dijaga warganya

CMBR Lembung Paseser adalah kawasan konservasi keanekaragaman hayati pesisir dan laut di pantai utara Madura, dikelola oleh masyarakat Desa Lembung Paseser.

Apa itu CMBR?

CMBR adalah singkatan dari Coastal and Marine Biodiversity Reserve — kawasan konservasi keanekaragaman hayati pesisir dan laut. Kawasan ini adalah ekosistem pesisir terpadu: mangrove, sungai, hutan pantai, pantai pasir putih, padang lamun, dan rataan terumbu karang menyatu dalam satu bentang alam di Desa Lembung Paseser, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan.

Pada 1990-an, sebagian mangrove di pesisir ini dibuka menjadi tambak udang dan ekosistemnya rusak dalam skala besar. Sejak 2017, program konservasi berbasis masyarakat memulihkannya: warga menanam kembali bekas tambak, bantaran sungai, dan hutan pantai. Mangrove, sungai, hutan pantai, padang lamun, dan terumbu karang dikelola sebagai satu ekosistem pesisir terpadu, bukan per habitat.

Kini kawasan ini menjadi laboratorium alam. Wisatawan, sekolah, mahasiswa, dan peneliti datang untuk melihat bagaimana pesisir yang sehat menopang satwa sekaligus penghidupan warga.

Desa melindungi pesisirnya lewat peraturan desa yang menetapkan zona lindung dan tata cara pemanfaatan kawasan. Program ini didanai penuh oleh Pertamina EP Poleng Field sebagai bagian dari program pengembangan masyarakat, di bawah pengawasan SKK Migas.

Siapa yang mengelola kawasan

Kawasan ini dikelola oleh masyarakat Desa Lembung Paseser.

Kemitraan

Bersama Pertamina EP Poleng Field

Tim Pertamina EP Poleng Field ikut turun ke lapangan bersama warga: menanam mangrove, mendukung kegiatan sekolah dan anak muda, serta pelatihan kelompok tiram.

Menanam mangrove bersama warga
Menanam mangrove bersama warga
Restorasi mangrove bersama sekolah dan warga
Restorasi mangrove bersama sekolah dan warga
Menanam mangrove bersama warga Lembung Paseser
Menanam mangrove bersama warga Lembung Paseser
Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup & Ocean Literacy di kawasan
Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup & Ocean Literacy di kawasan
Poleng Coral Week 2025
Poleng Coral Week 2025
Pelatihan pengolahan pascapanen bersama kelompok tiram
Pelatihan pengolahan pascapanen bersama kelompok tiram

Bentang alam

Satu ekosistem pesisir terpadu

Mangrove, sungai, pantai pasir putih, hutan pantai, padang rumput, tambak, lamun, dan terumbu karang di sini saling terhubung: air, sedimen, dan satwa bergerak di antara semuanya. Di satu bentang pesisir sepanjang sekitar 4 kilometer yang menghadap Laut Jawa, terumbu karang yang mulai pulih, pantai pasir putih, hutan pantai, dan hamparan mangrove yang luas hidup berdampingan dengan sungai, lahan bekas tambak, serta ladang dan sawah warga.

Sebagian besar kawasan berupa hamparan mangrove luas yang didominasi tengar (Ceriops decandra), jenis mangrove berstatus Hampir Terancam (Near Threatened) secara global. Mangrove di tepi pantai, didominasi Sonneratia alba dan Rhizophora stylosa, melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang. Di lahan bekas tambak yang ditinggalkan, mangrove yang didominasi Avicennia marina, Rhizophora apiculata, dan Rhizophora mucronata menjadi zona regenerasi. Mangrove dan padang lamun juga menyaring sedimen dan limpasan dari daratan dan menjadi daerah asuhan ikan, sementara lahan bekas tambak menjadi tempat burung pantai migran mencari makan.

Terumbu karang

Terumbu karang indah di depan kawasan yang mulai pulih, bisa dijelajahi saat air surut.

Lamun

Petak-petak lamun di perairan dangkal berpasir.

Pantai pasir putih

Pantai berpasir putih di ujung boardwalk, menghadap Laut Jawa.

Hutan pantai & padang rumput

Hutan pantai dan padang rumput di pinggir pantai, zona peralihan antara pantai, mangrove, dan daratan.

Mangrove

Hamparan mangrove luas yang didominasi tengar (Ceriops decandra), jenis berstatus Hampir Terancam secara global.

Sungai

Aliran sungai yang membelah mangrove menuju laut, tempat ikan, kepiting, dan tiram hidup.

Tambak & bekas tambak

Lahan bekas tambak menjadi tempat burung pantai migran, seperti cerek kernyut, singgah mencari makan.

Penghidupan

Pesisir yang menghidupi warga

Mangrove dan perairan di depannya adalah sumber penghidupan sehari-hari:

  • Kelompok ibu-ibu mengumpulkan tiram di zona pasang surut. Dari sinilah lahir paket Oysterlicious.
  • Nelayan tradisional mencari ikan di sungai, tambak, dan perairan pesisir; warga lain mengumpulkan kepiting mangrove.
  • Warga menjadi pelaksana rehabilitasi mangrove, dan kini juga membudidayakan lebah Trigona.

Mangrove juga melindungi permukiman dan tambak dari hempasan gelombang, menyaring limpasan dan limbah tambak, dan menyimpan karbon.

Belajar

Tempat belajar lintas generasi

Kawasan ini menjadi ruang belajar bagi siswa SD se-Kecamatan Sepulu, SMA se-Kabupaten Bangkalan, dan Gerakan Pramuka se-Kecamatan Sepulu lewat program Mangrove Sister School. Mahasiswa dari perguruan tinggi mitra datang untuk magang, praktik lapangan, dan riset.

Untuk masyarakat umum, ada Ocean Literacy Program dan berbagai aktivitas berbasis komunitas, dari jelajah mangrove sampai birdwatching.

Tujuannya sederhana: menumbuhkan rasa peduli dan rasa memiliki atas pesisir, agar konservasi berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagaimana hutan ini kembali

Dari tambak udang 1990-an, program dimulai 2017, hingga baseline keanekaragaman hayati 2025.

Perjalanan program
Pengelola kawasan
CMBR Lembung Paseser
Dikelola masyarakat Desa Lembung Paseser
Mitra pengembangan program
Agrie Conservation
2018 – sekarang
Program Pengembangan Masyarakat Pertamina EP Poleng Field
SKK Migas IOG 4.0 Pertamina EP
Didanai penuh oleh Pertamina EP Poleng Field
Pemerintah
Pemerintah Desa Lembung Paseser
Pemerintah Desa Lembung Paseser